Saturday, 2 February 2013

Naskah Drama Anak "Bundaku, Maafkan Aku."



Senangnya melewati hari-hari menjadi pengajar dan pendidik. Pun menikmati sebagai pengajar drama setiap pekannya, itu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup saya.

Saya senang bersama anak-anak. Mengajarkan tentang ekspresi, cara mengucapkan (vokal) dialog, akting, juga pengambilan hikmah dari sebuah naskah drama. Anak-anak tak perlu diceramahi panjang lebar dalam kelas drama. Karena, dengan melakukan akting, mereka belajar sosio drama. Amanah-amanah yang terkandung dalam alur cerita, mereka serap seuai dengan cara mereka masing-masing.




Kali ini saya ingin berbagi tentang naskah singkat yang tadi pagi saya buat. Naskah ini sudah sampai endingnya. Namun, untuk pementasan, naskah ini masih perlu banyak perpanjangan kalimat juga narasi.

Silakan dibaca, mudah-mudahan bermanfaat!

Bunda, Maafkan Aku


Karin sangat pintar. Ia berprestasi tinggi dan selalu menjadi juara. Tetapi ia lupa pada ibunya saat sudah besar, ia menjadi orang yang berhasil. Ia sudah menjadi seorang dokter sesuai dengan cita-citanya.

Suatu ketika, ia terkena sakit parah, ternyata yang datang pertama kali adalah ibunya...yang dulu pernah ia sia-siakan. Akankah ia sadar akan kesalahannya itu? Mari kita saksikan pada drama “BUNDA, MAAFKAN AKU”

Adegan 1
Karin selalu menjadi juara kelas di sekolahnya.
Mila     : “Selamat ya, Rin. Kamu selalu menang!”
Nana    : “Kamu hebat deh, Rin! Aku ngiri sama kamu...”
Karin    : “Iya dong. Aku emang hebat. Kalian berjuang dong biar bisa kayak aku!”
Lila      : “Aah...gimana caranya bisa kayak kamu. Otakmu udah encer gitu!”
Tiba-tiba datanglah Rara, Tina dan Kaila di tengah-tengah mereka.
Rara    : “Eh, Karin. Jangan lupa berterimakasih kepada ibumu. Jangan seneng-seneng aja!”
Kaila    : “Iya, Rin. Jangan sampai kamu melupakan ibumu.”
Karin    : “Untuk apa berterimakasih sama ibu? Aku berhasil kan karena usahaku sendiri...”
Tina     : “Itu ibumu, Rin. Masa kamu nggak berterimakasih sedikitpun? Apa kamu nggak takut kena laknat Allah?”
Karin    : “Udah deh, nggak usah khutbah di sini. Khutbah itu di masjid.  Dan itu juga dilakukan oleh laki-laki!”
Karin meninggalkan mereka semua.

Adegan 2
Ibu       : “Ibu bangga padamu, Nak. Kamu selalu berprestasi.”
Karin    : “Huh! Nggak usah sok perhatian gitu deh, Bu.
Ibu       : “Nak. Kamu ini anak ibu. Ibu pasti selalu bangga dan bahagia dengan semua prestasimu. Kamu adalah kebanggan ibu.”
Karin berlalu sambil menggebrak meja. Ia benci kepada ibunya.
Adegan 3
Dua puluh tahun kemudian, Karin sudah menjadi dokter anak.  Ia baru selesai memeriksa balita bernama Talita.
Mama : “Terimakasih ya, dokter. Kami pamit dulu.”
Talita   : “Aku bisa sembuh nggak, dokter Kayin?”
Karin    : “Pasti Talita akan sembuh kok. Ibu yang baik ya menjaganya. Jangan lupa obatnya diminum.”
Mama : “Baik, dok.”

Adegan 4
Para dokter sekerja Karin begitu panik. Dokter Shinta, Nia, dan Sheryl mengitari Karin yang baru saja jatuh pingsan.
Shinta  : “Ada apa dengan Karin nih?”
Nia       : “Kita panggil dokter Reza!”
Sheryl  : “Ya. Aku akan memanggilnya sekarang. Kalian bawa Karin masuk dulu.”
S & N   : “Ayo, cepat!”

Adegan 5
Karin tertidur lemas.
Reza    : “Lambungnya bermasalah. Untuk sementara ia harus melakukan perawatan dulu di sini.”
Ibu Karin tiba-tiba datang.
Ibu       : “Apa yang terjadi  denganmu, Nak? Ibu sangat khawatir.”

24 jam ibu menemani Karin yang selama ini telah menyia-nyiakannya. Teman-temannya sangat kasihan pada ibunya.

Adegan 6
Karin terbangun dan mendapati ibunya berada di sampingnya. Ia menagis tergugu tak tahu harus berbuat apa. Dokter Reza menjelaskan bahwa selama ini yang menungguinya adalah ibunya. Karin lalu meminta maaf.

Artikel Terkait

Naskah Drama Anak "Bundaku, Maafkan Aku."
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

42 komentar

6 April 2013 at 11:49 delete

Keren.....
Ijin copaz ya Pak....

Reply
avatar
7 April 2013 at 17:41 delete

Terimakasih :)

Hehehe, akan tetapi saya bukan bapak-bapak nih...

Silakan copas, mudah-mudahan bermanfaat ya :)

Reply
avatar
Anonymous
26 May 2013 at 10:10 delete

izin copas ya... mau di praktekin di tk sy....

Reply
avatar
29 May 2013 at 11:24 delete

Silakan....semoga bermanfaat :) Salam untuk anak-anak panjenengan ya :)

Reply
avatar
18 August 2013 at 20:05 delete

terima kasih ats dialog nya , saya copas ya !!

Reply
avatar
20 August 2013 at 12:08 delete

Silakan...
Semoga makin bermanfaat!

Reply
avatar
Anonymous
17 September 2013 at 22:42 delete

Izin copas yo mbak... terimakasih

Reply
avatar
Anonymous
3 December 2013 at 14:37 delete

buat brapa orang nih?

Reply
avatar
Anonymous
11 December 2013 at 19:50 delete

Ijin copas,, trmksih

Reply
avatar
13 December 2013 at 20:22 delete

Hmm...dihitung sendiri ya anonim :)

Reply
avatar
14 December 2013 at 08:17 delete

Silakan silakan...alhamdulillah makin ke sini naskah ini makin bermanfaat :)

Reply
avatar
26 December 2013 at 06:42 delete

izin copas ya...
buat tugas sekolah!
terima kasih.

Reply
avatar
9 January 2014 at 19:23 delete

izin copas ya....untuk tugas :)

Reply
avatar
11 January 2014 at 20:36 delete

Iya, silakan. Jangan lupa sertakan sumbernya ya.

Reply
avatar
Anonymous
22 January 2014 at 17:03 delete

bleh kah kmi menjadikan drama ini
untuk pentas seni kmi ???

Reply
avatar
23 January 2014 at 08:23 delete

Anonim, silakan. Mohon jawab pertanyaan saya ya. Pertanyaannya mudah kok, nggak sulit. Hehe.

Untuk pentas seni apa, di mana? :-)

Reply
avatar
Anonymous
6 February 2014 at 19:31 delete

Jzin kopi ya....Mau diake anak saya

Reply
avatar
7 February 2014 at 11:18 delete

Silakan. Sertakan sumbernya ya!

Reply
avatar
Anonymous
25 February 2014 at 21:00 delete

thanks tugasnya jd selesai ....

Reply
avatar
8 March 2014 at 08:44 delete

Ijin copas kak. Buat uprak hehe makasih

Reply
avatar
9 March 2014 at 05:39 delete

Silakan dik. Cantumkan sumbernya ya :)

Reply
avatar
13 May 2014 at 19:49 delete

ijin copas kak. akhirnya q nemukan drama yg cocok

Reply
avatar
22 May 2014 at 12:41 delete

izin copas kak buat kenaikan kelas

Reply
avatar
Anonymous
28 August 2014 at 13:46 delete

adegan ke 3 mana ... ?

Reply
avatar
1 September 2014 at 08:45 delete

dibaca yang teliti coba...semua adegan udah ada kok. Hanya memang, judul adegan 3 tidak dicetak tebal :D

Reply
avatar
1 September 2014 at 08:46 delete

Silakan. Sertakan sumbernya ya.

Reply
avatar
1 September 2014 at 08:47 delete

Jangan lupa sertakan sumbernya ya dari blog ini. Makasih.

Reply
avatar
23 September 2014 at 15:37 delete

singkat namun bermutu, kandungannya bagus sekali teman, saya juga ingin membuat naskah drama yang baik untuk acara-acara mendatang, terimakasih banyak

Reply
avatar
12 December 2014 at 10:35 delete

terimakasih, kakak :) bermanfaat sekali

Reply
avatar
2 May 2015 at 05:19 delete

Assalamu 'alaikum. Mba, izin copy buat dipraktekkan di kami.

Reply
avatar
10 December 2015 at 10:46 delete

Silakan. Cantumkan sumbernya ya.

Reply
avatar
10 December 2015 at 10:47 delete

Waalaikumussalam. Silakan, mohon dicantumkan sumbernya.

Reply
avatar

Terima Kasih telah berkunjung :)