Naskah Drama Anak "Bundaku, Maafkan Aku."

Senangnya melewati hari-hari menjadi pengajar dan pendidik. Pun menikmati sebagai pengajar dram...



Senangnya melewati hari-hari menjadi pengajar dan pendidik. Pun menikmati sebagai pengajar drama setiap pekannya, itu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam hidup saya.

Saya senang bersama anak-anak. Mengajarkan tentang ekspresi, cara mengucapkan (vokal) dialog, akting, juga pengambilan hikmah dari sebuah naskah drama. Anak-anak tak perlu diceramahi panjang lebar dalam kelas drama. Karena, dengan melakukan akting, mereka belajar sosio drama. Amanah-amanah yang terkandung dalam alur cerita, mereka serap seuai dengan cara mereka masing-masing.




Kali ini saya ingin berbagi tentang naskah singkat yang tadi pagi saya buat. Naskah ini sudah sampai endingnya. Namun, untuk pementasan, naskah ini masih perlu banyak perpanjangan kalimat juga narasi.

Silakan dibaca, mudah-mudahan bermanfaat!

Bunda, Maafkan Aku


Karin sangat pintar. Ia berprestasi tinggi dan selalu menjadi juara. Tetapi ia lupa pada ibunya saat sudah besar, ia menjadi orang yang berhasil. Ia sudah menjadi seorang dokter sesuai dengan cita-citanya.

Suatu ketika, ia terkena sakit parah, ternyata yang datang pertama kali adalah ibunya...yang dulu pernah ia sia-siakan. Akankah ia sadar akan kesalahannya itu? Mari kita saksikan pada drama “BUNDA, MAAFKAN AKU”

Adegan 1
Karin selalu menjadi juara kelas di sekolahnya.
Mila     : “Selamat ya, Rin. Kamu selalu menang!”
Nana    : “Kamu hebat deh, Rin! Aku ngiri sama kamu...”
Karin    : “Iya dong. Aku emang hebat. Kalian berjuang dong biar bisa kayak aku!”
Lila      : “Aah...gimana caranya bisa kayak kamu. Otakmu udah encer gitu!”
Tiba-tiba datanglah Rara, Tina dan Kaila di tengah-tengah mereka.
Rara    : “Eh, Karin. Jangan lupa berterimakasih kepada ibumu. Jangan seneng-seneng aja!”
Kaila    : “Iya, Rin. Jangan sampai kamu melupakan ibumu.”
Karin    : “Untuk apa berterimakasih sama ibu? Aku berhasil kan karena usahaku sendiri...”
Tina     : “Itu ibumu, Rin. Masa kamu nggak berterimakasih sedikitpun? Apa kamu nggak takut kena laknat Allah?”
Karin    : “Udah deh, nggak usah khutbah di sini. Khutbah itu di masjid.  Dan itu juga dilakukan oleh laki-laki!”
Karin meninggalkan mereka semua.

Adegan 2
Ibu       : “Ibu bangga padamu, Nak. Kamu selalu berprestasi.”
Karin    : “Huh! Nggak usah sok perhatian gitu deh, Bu.
Ibu       : “Nak. Kamu ini anak ibu. Ibu pasti selalu bangga dan bahagia dengan semua prestasimu. Kamu adalah kebanggan ibu.”
Karin berlalu sambil menggebrak meja. Ia benci kepada ibunya.
Adegan 3
Dua puluh tahun kemudian, Karin sudah menjadi dokter anak.  Ia baru selesai memeriksa balita bernama Talita.
Mama : “Terimakasih ya, dokter. Kami pamit dulu.”
Talita   : “Aku bisa sembuh nggak, dokter Kayin?”
Karin    : “Pasti Talita akan sembuh kok. Ibu yang baik ya menjaganya. Jangan lupa obatnya diminum.”
Mama : “Baik, dok.”

Adegan 4
Para dokter sekerja Karin begitu panik. Dokter Shinta, Nia, dan Sheryl mengitari Karin yang baru saja jatuh pingsan.
Shinta  : “Ada apa dengan Karin nih?”
Nia       : “Kita panggil dokter Reza!”
Sheryl  : “Ya. Aku akan memanggilnya sekarang. Kalian bawa Karin masuk dulu.”
S & N   : “Ayo, cepat!”

Adegan 5
Karin tertidur lemas.
Reza    : “Lambungnya bermasalah. Untuk sementara ia harus melakukan perawatan dulu di sini.”
Ibu Karin tiba-tiba datang.
Ibu       : “Apa yang terjadi  denganmu, Nak? Ibu sangat khawatir.”

24 jam ibu menemani Karin yang selama ini telah menyia-nyiakannya. Teman-temannya sangat kasihan pada ibunya.

Adegan 6
Karin terbangun dan mendapati ibunya berada di sampingnya. Ia menagis tergugu tak tahu harus berbuat apa. Dokter Reza menjelaskan bahwa selama ini yang menungguinya adalah ibunya. Karin lalu meminta maaf.

COMMENTS

BLOGGER: 44
Loading...
Name

aku dan keluarga,10,al quran,3,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,38,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,18,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Naskah Drama Anak "Bundaku, Maafkan Aku."
Naskah Drama Anak "Bundaku, Maafkan Aku."
http://3.bp.blogspot.com/-EOJzvrhfTwg/UuB4TtW2RzI/AAAAAAAAAU8/3svRyXtgZ4s/s1600/guru.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-EOJzvrhfTwg/UuB4TtW2RzI/AAAAAAAAAU8/3svRyXtgZ4s/s72-c/guru.jpg
Catatan Isnaeni DK
http://isnaenidk.blogspot.com/2013/02/naskah-drama-anak-bundaku-maafkan-aku.html
http://isnaenidk.blogspot.com/
http://isnaenidk.blogspot.com/
http://isnaenidk.blogspot.com/2013/02/naskah-drama-anak-bundaku-maafkan-aku.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy